Hari terakhir di desa dimulai dengan suasana penuh semangat dan sedikit haru. Beberapa anggota kelompok bangun sejak subuh, dengan dedikasi tinggi mereka mulai menyiapkan sarapan di dapur posko. Suara panci dan wajan yang beradu serta aroma masakan yang menggugah selera mengisi pagi hari. Sementara itu, anggota lain mandi dan bersiap-siap, mempersiapkan diri untuk hari yang istimewa. Setelah sarapan bersama yang penuh kehangatan, kelompok bersiap untuk melaksanakan kegiatan penutupan yang telah lama dinantikan.
Acara penutupan diadakan di balai desa, di mana semua petinggi desa diundang untuk merayakan momen akhir dari kegiatan KKN mereka. Suasana di balai dipenuhi dengan rasa syukur dan haru saat potong tumpeng bersama dilakukan. Momen tersebut menjadi simbol dari kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan selama ini, dan merupakan cara yang penuh makna untuk mengucapkan selamat tinggal. Seluruh peserta, petinggi desa, dan warga setempat turut merasakan kehangatan dan kekompakan yang terjalin selama program berlangsung.
Setelah acara penutupan selesai, kelompok kembali ke posko. Beberapa anggota mulai membersihkan area posko, dengan tekun merapikan dan memastikan semuanya dalam keadaan baik. Sementara itu, yang lainnya memilih untuk bersantai, ngobrol, dan bermain uno bersama, menikmati waktu-waktu terakhir di posko sebelum meninggalkan desa. Suasana di posko terasa lebih santai, dengan banyak tawa dan cerita yang dibagikan di antara mereka.
Di sore hari, kelompok memutuskan untuk melakukan kunjungan pamitan ke rumah-rumah warga yang telah banyak membantu selama kegiatan KKN. Mereka mengunjungi ibu bidan, ibu PKK, pak lurah, dan beberapa warga lainnya. Kunjungan ini dilakukan dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan keramahan yang telah diberikan. Setiap kunjungan dipenuhi dengan percakapan hangat dan momen-momen emosional, menguatkan hubungan yang telah terjalin.
Saat malam tiba, kelompok kembali ke posko untuk membersihkannya dengan saksama. Semua anggota terlibat dalam membersihkan dan merapikan area posko, memastikan bahwa tempat tersebut dalam kondisi baik sebelum mereka meninggalkannya. Setelah semua pekerjaan selesai, mereka berkumpul di ruang tengah posko untuk bersantai. Suasana menjadi lebih ceria dengan tawa dan cerita, sementara beberapa anggota memilih untuk berada di luar posko, bercanda dan berbincang dengan warga setempat, merasakan kehangatan terakhir dari interaksi mereka dengan komunitas.
Hari ditutup dengan rapat harian, di mana seluruh anggota berkumpul untuk merefleksikan pengalaman mereka selama KKN. Mereka membahas pencapaian, tantangan yang dihadapi, dan kesan yang didapat selama kegiatan. Setelah rapat selesai, mereka menikmati waktu istirahat dengan perasaan puas dan penuh kenangan, siap untuk meninggalkan desa dan kembali ke rutinitas mereka di Surabaya dengan membawa banyak pengalaman dan hubungan yang berarti.










